facebook
Facebook
Ikuti saya di twitter
Google Plus
Pasang Iklan | Kontak | Buku Tamu | Follow Blog +
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, 25 June 2013

KaruniaMu | Neny Ramadhani

0 komentar
Curahan hati Neny Ramadhani


Birunya langit,, oh Putihnya aWan..
menJadikan Q terTegun terTawa
Lembayan poHon, oh meNari-naRi...
meNgajak daKu meNgingat iLLahi..

Semakin Q terLena deNgan seGala kaRunia-Mu
Tiada yang maMpu meNyaingi keAgungan-Mu
Akankah Q daPati seMua Limpahan Rahmat-Mu
taPi Q maLu karNa iTu tak panTas bagi Q

beGitu banYak doSa teLah Q Lakukan
aKankah eNgkou aMpuni
naMun Q yaKin eNgkou maHa peNyayang
paDa hamBanya yang berSerah diRi . . . . . . .

By : Neny Ramadhani

Friday, 10 May 2013

Jenazah Masih Segar Walaupun Sudah 30 Tahun

0 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim.


Seorang anak bermimpi didatangi ibunya yang telah meninggal
dunia lebih dari 30 tahun.

Dalam mimpi tersebut sang ibu meminta anaknya supaya memindahkan kuburannya bersebelahan dengan
kuburan suaminya.

Mungkin bagi sebagian kita menganggap itu sekadar bunga tidur. Tetapi sang anak tadi dengan bantuan orang banyak menggali kubur tersebut dan mendapati jenazah ibunya masih kelihatan segar.Subhanallah!

Sugiyem (sang Ibu) telah meninggal dunia sejak 30 tahun
yang lalu.Anaknya sering bermimpi agar kuburannya digali dan dipindahkan berdekatan kuburan suaminya.

Wanita yang berasal dari Desa Kecamatan Jangkar ini meninggal dunia pada tahun 1981.

Mayatnya masih utuh hanya agak kering,bahkan kain kafan yang
membalut jasadnya masih lengkap.Ia meninggal pada usia
yang masih muda iaitu 34 tahun kerana sakit.

Semasa hidupnya Sugiyem terkenal sangat solehah,tidak
pernah membuka auratnya didepan khalayak,rajin berjamaah
di Musholla,gemar menolong sesama dan sangat menurut pada
suaminya.

Semoga,Ibu,dan semua saudara perempuan kita tergolong
kedalam golongan mereka yang sholehah.

Aamiin ya Rabbal'alamin..

Mari BAGIKAN Foto ini untuk mengingatkan saudara kita dimana pun berada, bahwa ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan menyia-nyiakan sekecil apapun amal baik hamba-Nya.

Friday, 8 April 2011

Ibu (Renungan Hati)

1 komentar
Aku lahir tanpa apa-apa,
Engkaulah yang mengajariku segalanya,
Membesarkanku dengan segala upaya,
Berharap aku kan jadi orang yang berguna..

Ketika aku menangis dalam takut,
Engkaulah yang menenangkanku..
Dan ketika aku jatuh sakit,
Engkaulah yang selalu berada di sampingku..

Engkau menegurku ketika aku salah,
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa,
Engkau menghiburku ketika aku sedih,
Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka..

Kini aku telah dewasa,
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita,
Berharap kan menjadi orang yang berguna,
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..

Terima kasih ibu,
Engkaulah segalanya bagiku,
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa,
Kasihmu padaku tak kan terbalas sepanjang masa..

Mama (Renungan Hati)

0 komentar
Apa yang bisa aku sampaikan kepadamu, Ma…
Selain tangis rinduku yang pasti kau rasakan
Ketika usiaku sekarang dewasa hampir seperempat abad…
Kau masih menampung tetes air mataku
Di setiap detik, aku kehabisan kata-kata untukmu, Ma…
Gak pernah mampu aku mencari kata terindah untuk mengaagumi wujudmu
Yang terbayang hanya sebuah pikir, apakah aku bisa seperti Mama ketika aku nantinya
dianugerahi keluarga penerus akar-akar hidupku di kemudian hari?
Seperti kasih yang Mama bagi, seperti ketabahan yang Mama tunjukkan, seperti hujan yang tiba-tiba mengguyur hatiku yang kering…

Setelah Aku sebegini besar, aku baru merasakan betapa Mama benar-benar seorang yang begitu berjasa
Kasih sayang Mama, seperti lautan Teduh (meminjam istilah Papa, di sebuah puisinya untuk Mama)
Berlimpah, seperti air laut, tetapi sangat meneduhkan

Aku akan selalu mencari Mama, ketika Aku habis dimakan beban.
Maka Mama akan berkata: “kembalikanlah kepada Tuhan…karena Ia adalah kemutlakan yang harus kupercaya”

Indah, Ma…
Walau Mama bukan seorang intelektual yang patut aku banggakan dengan karya ciptanya untuk bangsa.
Tapi Mama, mencoba menciptakan cinta di rumah munggil kita…cinta yang menghidupi diriku hingga kini.
Indah, setiap aku dengar lirih doa Mama, ketika Mama membangunkan aku, menemaniku dalam mimpi. Lalu Mama memeluk dengan kedua tangan Mama, menungguku sambil membaca doa. Indah dengan toleransi yang Mama selalu ajarkan kepadaku.

Lalu ketika Papa dirundung duka, Mama hanya tunjukkan ketabahan yang luar biasa besar…walau sebenarnya masalah semakin deras menghampiri kita. Sampai detik ini, Mama gak pernah mengeluh apapun, hanya senyum yang Mama tunjukkan, hanya hangat yang Mama berikan…

Aku akan selalu menjaga Mama, seperti janji yang selalu kuucapkan dulu
menjaga Mama, walau tak sebaik papa menjagamu

Mungkin hanya itu Ma, janjiku hari ini
Semoga Tuhan selalu melimpahkan Rahmat dan segala kebeningan di hati Mama.
Semoga Tuhan membuat Mama mengalirkan terus rasa cinta, kepadaku, kepada keluarga dan kepada orang lain yang mama kasihi.
Semoga Tuhan menuntun Mama dengan kesehatan.
Dan terutama, semoga, ada kebahagiaan yang berarti yang akan Mama dapatkan dari seorang anak seperti diriku…

IBUNDA (Renungan Hati)

0 komentar

    langkah demi langkah tlah terhentak
    peluh tlah bertetesan
    air mata talh berderai
    ……
    ibu
    tlah kau hujamkan matamu
    tuk menentang sang surya
    tlah kau hentakan kakimu
    tuk menindas bumi
    tlah kau mantapkan hatimu
    tuk taklukan sang waktu

    ibu
    begitu basar nan indah
    mahlegai cinta yang kau berikan
    begitu suci kasih yang tlah kau ciptakan

    ibu
    aku malu…..pada mu
    begitu besar pengorbanan mu
    untuk ku………
    namun ku tak bisa membalas nya

    ibu
    aku takut
    takut kehilangan perhatian, kasih sayang dari mu

    ibu
    tlah kau luangkan begitu banyak waktu
    hanya tuk menjaga ku
    tlah kau hempaskan kepentingan mu
    hanya tuk mengurusku

    ibu.
    remuk hati ini……melihat mu menangis
    hancur raga ini melihatmu terluka
    mati raga ini bila kau tiada

    ibu
    senyumanmu…adalah surga dan kebahagiaan ku
    tawa mu adalah lembutkan egoku
    kebahagianmu adalah kesempurnaan hidupku

    tapi
    tangismu…..siksa hidupku
    derita mu…..matikan jalanku
    matimu…..hancurkan hidup ku
Previous Post Homepage